Wisuda dan silent milad :3

Wisuda dan silent milad :3

ASSALAMUALAYKUM!
Weeeeey, akhirnya saya menulis lagi!!
Sepi aja nih blog, ga serame tumblr saya http://puspawkpunyacerita.tumblr.com, yah boleh lah ya mampir kalau ada waktu :P
Baiklaaah, cerita apa kali ini?
Oh, karena judulnya sudah saya tulis duluan “Wisuda dan silent milad”, maka mari kita berbincang soal itu.

Ga kerasa ya Kur (sapaan buat blog ini), hampir 3 tahun yang lalu saya membuat kamu. Itu masa saya labil banget. Tapi pas saya baca lagi tulisan-tulisan saya dulu, WOW, saya terpesona (ini kalimat narsis ya?-.-).
Habis labilnya rada berbobot gitu, walau kesannya polos, tapi curahan hatinya dapet *berlinangairmata.

kalau nggak salah ada tulisan saya tentang target ya? Lulus 3,5 tahun salah satunya. Hm…
akhirnya, walaupun saya ga lulus 3,5 tahun (dan menangis sepanjang jalan kenangan untuk ini), Allah yang Maha Baik memberi kenikmatan lain. Yub, pengalaman kerja di kantor Renbang UI. Penghasilannya lumayan dan pengalamannya mengharukan: dari riset kecil-kecilan, nyusun dan seleksi program pengembangan, ngerasain ribetnya birokrasi, diejek sama teman2 aktivis (hahaha, gak komentar banyak tentang ini), ikut memperjuangkan peringkat UI, bahkan temen-temen kantor yang edit speech Rektor buat wisuda saya *ketawa*. Boss juga baik banget dan teman2 kantor asik-asik. (kadang mikir apa terima aja tawaran boss buat jadi pegawai tetap :p hehe).

Wisuda kemarin juga rame. Walau nggak sesuai target pribadi, tapi ini sesuai target si papah.(ya nggak pah?) Aaaa~ apalagi ada nyai yang ikut meramaikan wisuda. Sayangnya gue gak cumlaude (pengumuman: di angkatan saya nggak ada yang cumlaude loooh, jadi taulah ya susahnya dapet nilai di prodi ilmu politik ituu). MAsih tetap senang juga karena tetap jadi cucu pertama yang diwisuda tepat waktu. (ini sesuatu banget) dan peraih ipk tertinggi di antara wisudawan yang lulus di prodi politik(ini sih biasa aja :) )

Tetap bersyukur karena syukur itu salah satu cara meraih kebahagiaan. Bukankah tujuan saya tidak lain dan tidak bukan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat? *yo.yo say Alhamdulilaaaah…
Oh ya ngebahas tentang kebahagiaan, saya merasa sekarang lebih dewasa memandang sesuatu. (ekhem…ekhem).
Ini berawal dari sebuah cerita yang saya dapat, kisah hidup seperti sebuah cangkir kopi. Singkat ceritanya begini, “hidup itu seperti menikmati secangkir kopi. Kopi itulah hidup, yang harus kita nikmati, bukan cangkirnya.” hehe, pendek amat ya ceritanya. Panjangnya sih begini: kita sering kali suka memilih-milih cangkir hingga stress sendiri. Cangkir itu ibarat pekerjaan, masalah-masalahnya, harta, jabatan, hiruk pikuknya. Kita sering lupa bahwa yang kita nikmati itu kopinya, hidup! Kita bekerja, mencari harta, memiliki jabatan itu ya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup. Makanya, kadang orang yang sudah punya banyak harta itu tidak bahagia, dia terjebak dengan cangkirnya: pelastik, almunium, emas, dan sebagainya. Makanya kenapa bersyukur itu sangat perlu. Bersyukur karena kita bisa menikmati kopi, walau dengan cangkir almunium. Toh kebahagiaan itu tetap datangdari hati :)

Ini sekaligus memberi saya titik cerah di usia 22 tahun (Hwaaa…. g kerasa umur sudah 22).
Saya melihat banyak sekali target yang belum tercapai dan bahkan tidak tercapai. Sedih? PASTI! Tapi bukan itu poinnya. Bukan targetnya, tapi passion, purpose, dan value yang harus saya evaluasi kembali. Capaian saya bukan target (walau sebahagia itu saya jika berhasil mencoret 1 target), di sana ada capaian besar. Tidak boleh jatuh hanya karena saya tersandung atau terjatuh saat berjalan ke sana, masih banyak jalan bukan? Yaaaa, ga boleh bersendu-sendu.
Aaaaa…. saya jadi bersemangat memulai aktivitas dan mengejar impian lama (dan baru).
Ulang tahun ini memang sepi, bahkan sahabat-sahabat saya juga lupa (dan cuma ngucapin lewat sms n jejaring sosial). Tapi ulang tahun sepi ini jadi menarik karena saya bisa merenung :”) dan masih diliputi suasana wisuda.
Yoooo, up, up, up Kembali bersemangat!
mari kita ucapkan Bismillah meniti hari esok lebih baik :D

Advertisement

About puspa widya kencana S.G

"Cukuplah Allah bagiku;tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy (singgasana) yang agung." (Q.S.At Taubat, 129) “Jika Allah memberi kesempatan untuk mengulang waktu dan bertanya ingin menjadi apa diriku sewaktu belum di turunkan ke bumi, aku pasti dengan senang hati akan mengatakan ingin menjadi diriku yang sekarang… um, mungkin dengan tambahan kalimat, “pribadi dua tingkat lebih baik lagi…”.=p Nggak ada yang perlu di sesali dalam hidup ini, keluarga, pengalaman hidup pahit, sakit dan manis, semua amarah, benci, luka, canda. Semua persahabatan, semua permusuhan, pertemanan, perjumpaan, perpisahan, dilupakan, dikecewakan, dibanggakan, dipuji, dicaci, menangis… tertawa, dan bahagia. 18 tahun hidup yang penuh warna. Kenapa harus nggak bersyukur? Karena jika aku bukanlah seorang Puspa Widya Kencana, tentu aku tidak akan merasakan betapa penting aku harus meraih kebahagiaanku, merencanakannya dan berusaha meraihnya... Di mata kuliah pengantar ilmu sosiologi di jelasin tentang perspektif Struktural Fungsional, yang pada dasarnya manusia diibaratkan sebagai organisme biologis dimana masyarakat adlh mrupakan sebuah sistem yang setiap unsur-unsurnya saling berkaitan, memiliki pola keteraturan tertentu dan memiliki fungsi yang khas utk menunjang keberlangsungan hidup. Nah, kalau mau di hubung-hubungin dengan manusia... bahasa indah (/kacau)nya Puspa rangkai,” setiap diri manusia itu penting, khas, kerena dia punya posisi dan peran yang berkaitan dengan orang lain, dan ketika diri itu tidak memainkan perannya, menarik dirinya hilang (dari lingkungannya belum pada waktunya) maka akan ada ketidakharmonisan yang terjadi di diri dan sekitarnya.” Tolong untuk tidak memasukan teori ini kedalam tulisan ilmiah apapun…hhe… Jadi, kenapa mesti tidak bersyukur menjadi diri yang khas itu…? (Renungan yang tak kunjung usai untukku di malam-malam ketika melakukan kesalahan kepada orang-orang yang ku sakiti karena perbedaan…), “maaf…” Karena pribadi dan hidup kita diciptakan dari berbagai unsur menakjubkan yang Allah berikan berada di sekitar kita… Hingga akhirnya sampai pada saat kita bermimpi, berfikir, bertindak dan berdo’a… Dan akhirnya sampai kita sadari bahwa hidup itu memang sebuah pilihan… Ingin terus disakiti karena merasa tidak sempurna, atau maju untuk mendapatkan kebahagiaan... Ingin terus berada di tempat yang sama, atau beranjak menuju tempat yang lebih bercahaya… That’s it! Atau lebih… Karena Allah SWT itu Maha Adil… Maha Bijaksana.

One Response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s