di ambil dari tumbler saya:
http://puspawkpunyacerita.tumblr.com/post/3028858603/jjat-bem-fisip-ui-2010-takkan-terganti
Hari itu, tepat pada tanggal 29 Januari 2011, BEM FISIP UI 2010 berangkat ke Pelabuhan Ratu. Sebuah villa megah dengan kolam renang yang panjangnya kira-kira 20 meter dan tepat banget di sebelah pantai dengan debur ombak yang super dasyhat merupakan tempat kami menghabiskan waktu 2 hari 1 malam.
Acaranya sih sama seperti jalan-jalan akhir tahun 2 kepengurusan BEM yang pernah puspa jalanin, santai-santai, tuker kado, nonton video kenang2an, bla-bla. Ngak banyak beda. Cuma ada beberapa hal special di tahun keikutorganisasian saya kali ini, saya punya kurang lebih 20 cucu dan 16nya akrab semua sama saya
, ditambah sahabat-sahabat baru BPH INTI BEM yang nggak kalah akrab dan sering kali minep bareng dari ngebahas proker sampe ngegosip hal-hal yang nggak penting.
Hal menyenangkan pertama dari JJAT ini adalah pergi ke pantai!! (betapa saya mencintai pantai, debur ombaknya, hembusan anginnya, batu-batu karang dan semua hal menyenangkan lainnya). DI tambah bermain-main dengan sejumlah cucu (red staf sosmas dan kastrat) yang gokil dan jahil. Sore itu, saya yang tadinya nggak mau main basah-basahan (berniat merendam kaki saja) tiba-tiba di timpuk rame2 sama para cucu dengan pasir dan di tarik ke air. Kejahilan pertama mereka di hari JJAT membuat saya basah kuyub dengan tubuh penuh pasir. Perang timpuk pasirpun terjadi
Hal menyenangkan selanjutnya adalah Sospol adalah bidang yang paling lengkap diantara bidang dan biro lainnya. Ini suatu prestasi tersendiri untuk saya. Walau bukan secara langsung kinerja saya menjaga mereka (maksudnya tergantung kadep dan wakadepnya juga sih), tapi saya senang, kedua bidang yang saya naungin ini begitu kompak baik secara internal bidang, atau kekompakan kedua bidang. Bahkan masing2 kadep wakadep ada julukan om dan tante… ayah bundo, mama papa… dan puspa sendiri adalah nenek. Dan ini cukup menginspirasi bidang2 lainnya diluar naungan saya. Syukurlah… segala timbul, penyatuan proker dan ikhtiar lainnya untuk mengakrabkan ke dua departemen ini berhasil
Alhamdulilah.
Next, Hal paling tidak terlupakan dari JJAT kali ini adalah saya di buat nangis sejadi-jadinya oleh semua anggota keluarga sospol saya. Sebenarnya saya sudah tau kalau saya akan dijahili (dugaan semestara sih bakal di ceburin ke pantai atau kolam renang). Tapi ternyata TIDAK saudara-saudaraa!
Setelah dibuat nangis sama ketua BEM saya (Yusuf Hakim Gumilang) dengan cara memanggil saya dan BPH INTi lainnya, membuat lingkaran rapat dan berterimakasih sekaligus maaf kepada kami satu persatu, saya di sidang oleh semua anak sospol.
TEMAnya adalah menghakimi saya karena selama ini tidak memberi contoh yang baik, terlalu sensitif, over care, dan sebagainya (Bahkan termasuk terlalu cerewet, hahaha). Satu persatu anak kastrat ‘menghujat’ saya dengan memberi contoh perbuatan terburuk yang pernah saya lakukan ke mereka. Sungguh, pada saat itu rasanya seperti beneran curhatan dalam hati mereka akan tingkah tidak baik saya, termasuk nggak dewasa, membanding-bandingkan departemen dsb. Semua orang berusaha mengingat hal-hal terburuk saya dan memberi contoh yang nyata. Saya yang tau kalau sedang di mainin, lama-lama jadi sadar kalau saya punya setumpuk salah yang walau hanya ditujukan untuk membuat saya menangis, tapi itu kenyataan. Dan air mata saya jatuh tidak tertahankan. Terus mengalir deras.
Situasi dibikin smakin dramatis ketika cucu-cucu Sosmas berusaha membela saya, dengan bilang “Jangan menghujat nenek terus dong, nenek itu sayang banget sama kita, kitanya aja yang nggak ngehargain dia. Dia bahkan ngerelain skripsinya demi kita.” dan beberapa kali adu mulut sama anak-anak kastrat. Ini auranya menegangkan sekali, teriak-teriak dan sampe ada yang menangis ngebelain puspa. Nah, moment ini yang paling bikin hati ini bergetar gak karuan. MasyaAllah, sospol yang harmonis ini tiba-tiba jadi beranten karena Puspa. Dengan masih terisak, saya mencoba melerai. rasanya sediih banget liat anak-anak sosmas yang nangis atau berantem ngebelain saya, dan anak-anak kastrat yang terlihat begitu kesal dan ingat terus sama kelakuan buruk saya. Hiks..
puncaknya, wakadep kastrat (yang sekarang wakil ketua BEM FISIP 11) bilang kalau saya adalah orang yang tidak competen! JELEGAAAAR!!!! ini menghujam sekali, kayak gunung merapi meletus dan emosi saya memuncak.
Saya langsung angkat bicara dengan penuh emosi dan linangan air mata… curhat gak karuan, sakit hati sekali mendengar ucapannya. Sampe-sampe bilang “nggak nyangka selama ini kalian nggak mengerti puspa sedikitpun”. Mendengar curhatan ini, semua cucu dan anak- anak saya pada diam, panik, dan bahakan ada yang menangis. sampe ada setumpuk kertas berwarna merah hati digulung cantik di letakkan di tangan saya. TApi saya terus saja menangis dan curhat klarifikasi nggak henti. Semua jadi panik (HAHAHA), sampe akhirnya ada sebuah bingkisan besar berbungkus koran di hadapan saya. Mereka tertawa dan menyuruh saya membukanya. MasyaAllah… nggak nyangka, mereka memberi saya sebuah bingkisan (dengan berbagai barang) yang semuanya isinya warna pink. barang-barang itu antara lain: tabungan, kotak sampah, handuk, sikat toilet, notes, body lotion, sarung tangan, kotak makan, jepit rambut, penghapus, bahkan celana d**** berwarna pink. Ya ampuuuuuuuuun.
Ini kejutan banget!
Nggak pernah di sangka-sangka.
Seketika saya jadi sangaaaat terharu dengan semua perhatian para cucu dan anak-anak saya. Lengkap dan kompak bahakan saat ngerjain saya. semua ini khusus di konsep sedemikian rupa buat saya menagis
moment yang nggak pernah bisa dilupain dan bikin senyum2.
for:
Intias Maresta dan M. Khairul Imam (kadep n wakadep kastrat)
beserta para cucu: Reza, Affin, Jiwo, Ifa, Hilda, Dora, Jodi, Iqbal
dan
Aida Rezalina dan Puri Handoko (kadep n wakadep Sosmas)
beserta para cucu: Bora, Jeje, Iman, Eky, Rizky, Upe, Shafi, Wenty
dan terakhir, seperti kertas harapan di awal pengurusan , saya menulis ingin menjadikan Sospol sebagai bidang terbaik, dan Alhamdulillah, itu semua tercapai.
SAngat sayang mereka… keluarga Sospol saya.
Semoga Allah memberi yang terbaik untuk mereka dan kasih sayang lebih dari kasih sayang mereka untuk saya… nenek Sospol BEM FISIP UI 2010.
Bangga menjadi bagian dari ini semua.
BEM FISIP UI 2010, Mengabdi Untuk Bangsa!