Taukah kau, bahwa menjadi dirimu itu tidak mudah…
Jadi jangan kau marahi ia ketika ia tak mampu memberikan apa yang engkau mau.
Ketika semua tidak berjalan seperti yang engkau inginkan.
Dan harapan yang kau tanam tinggi mungkin belum terlaksanakan.
Taukah kau, bahwa menjadi dirimu itu tidak mudah…
Ingatkah ketika kau berjanji pada dirimu suatu hari,
Agar kalian tetap bersama mengejar impian, bangkit di saat terjatuh, tertawa di saat bahagia,
dan menangis kala tersakiti…
Kau berjanji mendukung dirimu, apapun situasinya.
Taukah kau, jika menjadi dirimu itu tidak mudah….
Jadi jangan kau rendahkan ia dengan terus menyalahkannya.
Kau hanya harus menjadi dewasa dan bijaksana,
tumbuh bersama,
dan berjalan beriringan meraih apapun yang kalian impikan.
Kau hanya perlu mendukung dirimu agar ia menjadi pribadi yang lebih besar…
Karena ia lahir dari setiap apa yang engkau usahakan, bukan dari hal yang sia-sia.
Percayalah ia sepenuh hatimu, lengkapi ia dengan kehebatanmu, genggam tangannya dan pastikan bahwa kau akan terus berada di sampingnya, bersama meraih apa yang kalian cita-citakan.
Sungguh, Menjadi dirimu itu tidak mudah, maka jagalah ia dengan sebaik-baiknya penjagaan. Dan Allah Yang Maha Besar, Pengasih lagi Maha Penyayang.
awal bulan ini saya mendapat ‘tamparan’ yang sangat menyedihkan…
belum pernah saya merasa sekacau itu, nggak sebersemangat dan seceria biasanya…
biasanya, ketika saya mendapat masalah, saya selalu bisa berkata, “hayo gadis cengeng, kamu pernah melalui masalah yang lebih besar dari ini dan kamu kuat! berjuang!”, perlahan dalam hati.
atau kalau masalahanya jauh lebihbesar, saya akan menangis meraung-raung di kamar dengan guling kesayangan saya, dan setelahnya… saya jadi cengar cengir menasehati diri dan bersemangat lagi.hehe
tapi perasaan sedih yang saya dapat kemarin jauh lebih besar, lebih mengena di hati saya, karena saat itu saya merasa menyesal sekali pada diri saya karena apa yang saya targetkan tidak tercapai. sebuah evaluasi besar-besaran yang hasilnya cukup mengecewakan.
saya sadar tidak boleh surut dan bersedih berlama-lama, maka saya meng-esemes- beberapa orang sahabat terbaik saya,
menakjubkan, saya mendapat kata2 yang baik…
seorang sahabat terbaik saya dari kecil berkata, “….Alhamdulilah, kamu tahu kesalahan kamu dan itu patut di syukuri, nah sekarang mari bebenah diri..”
sebuah syukur yang ia ucapkan membuat saya sadar bahwa semua hasil yang telah kita kerjakan, ketika itu semua adalah niat baik, maka semengecewakan itu patut untuk kita syukuri…
tapi sayangnya semangat saya masih belum bangkit seutuhnya,
beberapa hari setelahnya, saya mendapat balasan lagi dari sahabat saya yang hebat,
“hidup itu ga liner pus, selalu ada persimpanagn yang cukup menarik…akan banyak halangan ketika kita tidak mensyukuri apa yang kita dapatkan…”
satu lagi kalimat syukur yang diajukan kepada saya..
masyaAllah… tiba-tiba saya merinding,
Duhai Allah, ampuni hamba yang jarang bersyukur ini..
tapi efek dahsyat yang saya dapat adalah ketika saya menghadiri talkshow (ceramah) dari ustad dan penulis buku favorit saya, Ust. Salim Afillah..
siang itu beliua berkata…
“seorang muslim merayakan kegembiraannya atas ketaatan dan kebaikan yang ia raih dan bersedih ketika melakukan kesalahaan yang tidak sengaja ia lakukan…
niatkan segala sesuatunya dengan baik, dengan mengharap ridho Allah. mengisi hati kita dengan niat baik sama halnya mengisi hati kita dengan kebaikan.
mintalah keberkahan, bukan kebahagiaan… karena belum tentu bahagia itu mendekatkan pada Allah. Di dalam keberkahan pasti ada kebahagiaan…dan jika di dalam menjalankan niat baikmu ada kelelahan dan penyesalan, jadikan penyesalan itu adalah ujian-ujian kita dan melupakannya adalah keutamaan…Berperansangka baiklah pada Allah dan itu adalah sikap yang optimis… Allah mengikuti prasangka hambanya…”
masyaAllah, kalimat-kalimat lembut itu begitu memotivasi saya…
ya, menjadi dirimu memang tdak mudah… apalagi ketika dalam perjalanan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.
stelah di fikir-fikir lagi, kenapa saya harus bersedih, ketika semua yang saya usahakan itu berlandaskan niat yang baik, Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang telah mencatatnya sebagai sebuah kebaikan.
sekarang bukanlah terus-terusan larut dalam kesedihan,
ayo kita mulai dengan memperbaharui rencana-rencana baik itu, dan berjuang mewujudkannya, meminta keberkahan dari Allah…
dan ust. Salim berkata,
“pejamkanlah mata jika itu terasa berat untukmu, ucapkan bismillah dan lakukan. keajaiban itu kadang hadir tidak dilihat oleh banyak orang. Allah memberikan keajaibanNya.”
bismillah, ya Rahman…
semoga sharing ini dapat bermanfaat…
untuk sekarang dan yang akan datang.

assalamu’alaikum,,,
syukron, atas tulisannya,,,
bismillahirohmanirrohim,,,
assalamu’alaikum,,,
syukron, atas tulisannya,,,
bismillahirohmanirrohim,,,